Fakta Penyakit Biduran: Penyebab, Obat, dan Cara Mencegahnya

Fakta Penyakit Biduran: Penyebab, Obat, dan Cara Mencegahnya

Banyak masalah kulit yang dapat berlangsung dan dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Salah satu masalah kulit yang lazim dialami oleh orang Indonesia dalah biduran.

Biduran atau bhs medisnya urtikaria adalah ruam kemerahan dan gatal yang nampak di kulit. Biasanya biduran dikaitkan bersama reaksi alergi. Biduran ini dialami oleh 20% orang dewasa dan 15% anak-anak. Sehingga kasusnya sebetulnya lazim dan banyak ditemukan.

1. Fakta tentang biduran yang kerap tidak benar kaprah Obat Biduran Membandel

Nah, tersebut adalah sebagian fakta tentang penyakit biduran yang kerap salah:

Biduran tidak menular. Mengutip Healthline, biduran tidak menular lewat sentuhan kulit. Kalau pun menular, umumnya dipicu oleh penyebab biduran itu sendiri layaknya infeksi bakteri, virus dan sebagainya.
Jangan menggaruk biduran dikarenakan dapat menyebabkan luka atau bentol terhadap bagian yang gatal.
Orang yang mengalami biduran tetap boleh mandi. Sebab, air tidak memperparah ruam atau menyebarkannya ke seluruh tubuh. Ketika biduran disebabkan oleh suhu dingin atau panas maka direkomendasi mandi bersama air biasa atau suam-suam kuku.
Editors’ Picks
5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari sehingga Kulit Cerah dan Sehat
Tips Penggunaan Pelumas yang Aman waktu Berhubungan Seks
Bukan Hanya Jambu, 6 Jus Buah dan Sayur untuk Pasien Demam Berdarah
2. Penyebab biduran
2. Penyebab biduran
Twitter.com/caramellova_
Biduran berlangsung dikarenakan tubuh bereaksi terhadap alergen dan melepaskan histamin dan juga bahan kimia lainnya dari bawah permukaan kulit. Histamin dan bahan kimia yang di lepaskan itu sebabkan peradangan dan cairan yang menumpuk di bawah kulit.

Hal itulah yang sebabkan biduran nampak berwujud bentol-bentol di permukaan kulit kita. Ada berbagai penyebab yang dapat menyebabkan biduran, diantaranya:

Efek obat-obatan (antibiotik, anti-inflamaso nonstereid).
Makanan tertentu.
Infeksi virus (flu, demam kelenjar, hepatitis B).
Infeksi bakteri (saluran kemih, radang tenggorokan).
Infeksi parasit.
Perubahan suhu ekstrem.
Bulu hewan peliharaan.
Debu.
Tungau.
Getah.
Serbuk sari.
Kecoa atau serangga lain.
Beberapa tumbuhan bersama racun (jelatang, poison ivy, pohon ek beracun).
Gigitan serangga.
Goresan.
Stres.
Bahan-bahan kimi tertentu.
Penyakit parah layaknya tiroid atau lupus.

3. Gejala biduran
Biduran umumnya nampak di permukaan kulit didalam wujud bentol-bentol, ruam, bercak yang merasa gatal. Biasanya perihal itu nampak secara tiba-tiba lantas memudar sendiri didalam waktu 24 jam tanpa pengobatan khusus.

Namun, kalau orang yang mengalami biduran tak kunjung pulih maka sebaiknya menghubungi dokter. Apalagi kalau terdapat sebagian gejala tambahan seperti:

Pusing;
bengkak di daerah mata atau mulut;
sesak napas; dan
lemas.
Hal itu wajib kontrol lebih lanjut dikarenakan merupakan sinyal alergi yang parah dan wajib penanganan segera. Namun, kalau gatalnya dirasa ringan maka dapat menguranginya bersama perawatan di rumah saja.

4. Cara mengobati biduran
Secara lazim umumnya biduran dapat hilang bersama sendirinya tanpa wajib pengobatan. Ada sebagian perihal yang dapat dikerjakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dikarenakan biduran ini:

Hindari menggaruk daerah yang gatal.
Oleskan krim anti-gatal terhadap daerah yang mengalami biduran.
Tutupi daerah yang gatal bersama kain dingin (untuk biduran yang bukan dikarenakan suhu dingin).
Mandi air hangat, untuk biduran yang disebabkan suhu dingin.
Pakai busana longgar.
Hindari alkohol, tembakau dan olahraga (keringat dapat mengiritasi gatal-gatal).
Gunakan sabun untuk kulit sensitif waktu terkena biduran.
Minum antihistamin.

5. Cara menahan agak tidak biduran
Bagi yang kerap mengalami penyakit biduran tentu wajib tersedia pencegahan secara khusus. Ada sebagian tips yang dapat dikerjakan untuk mencerah biduran terjadi, yakni:

Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang sebabkan radang tenggorokan. Salah satu penyebab biduran adalah terjadinya radang ini.
Lindungi kulit dari terpaan cuaca yang benar-benar ekstrem.
Mengonsumsi antihistamin bagi yang bakal beraktivitas di cuaca yang ekstrem perubahannya.
Konsumsi obat layaknya yang sudah diresepkan oleh dokter.
Itulah tadi fakta dan langkah menahan biduran yang dapat Mama terapkan. Semoga informasinya membantu bagi Mama yang kerap mengalami penyakit biduran. Namun, kalau biduran ini intersitasnya semakin kerap atau gejalanya semakin parah maka segera periksakan diri ke dokter ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *